Kesunnahan yang Sebaiknya Ditinggalkan

Mengerjakan amal yang ada tuntunannya dari Rasulullah termasuk mengerjakan amal sunnah. Sang pelaku sudah pasti mendapatkan pahala dari kesunnahan yang ia kerjakan.

Namun, seiring perkembangan zaman, ada beberapa perilaku yang dulu termasuk kategori sunnah, namun sekarang tidak lagi. Hal ini dikarenakan pola dan gaya kehidupan yang silih berganti membuat perilaku yang dulu kerap dilakukan para sahabat dan mendapatkan restu dari Rasulullah sekarang tidak lagi dilakukan oleh orang-orang baik, namun perilaku tersebut dikerjakan oleh orang-orang fasiq.

Kalau sebuah kesunnahan yang dahulu pernah dilakukan para sahabat Nabi dan nabi pun merestui, Namun pada masa sekarang perilaku kesunnahan tersebut sudah menjadi perilaku dan tradisi orang kafir dan fasiq, maka sebaiknya tinggalkan Kesunnahan tersebut, karena ketika kita berperilaku tersebut, kita akan terkategorikan sebagai kelompok orang-orang tersebut dan kita akan masuk dalam kategori tasyabbuh (meyerupai dengan mereka) dengan mereka, dan ini akan berdampak hukum pada diri kita. 

Syariat Islam memiliki pedoman sendiri bagi umatnya dan yang namanya pedoman akan selalu bergonta-ganti status, hal ini tergantung kondisi dan situasi yang semuanya telah di jelaskan oleh para ulama.

Kita ambil contoh kesunnahan yang sebaiknya di tinggalkan, yaitu bersemir. 

Dulu, bersemir termasuk kesunnahan karena hadroturRosul mengizini hal tersebut dilakukan oleh para sahabat. 

Tujuannya adalah membuat pihak musuh gentar melihat orang-orang islam berpose atau style mereka seperti itu. Namun sekarang, bersemir menjadi trend dan style serta tradisi orang-orang fasiq serta orang kuffar. Maka hal ini sebaiknya ditinggalkan. 

Walaupun asal hukum bersemir awalnya adalah sunnah dan orang yang bersemir mendapatkan kesunnahan, maka jika di sebuah daerah semir rambut warna merah adalah tanda orang fasiq atau kuffar, maka harus ditinggalkan.

Alasan yang dijadikan sebagai illat hukum adalah tasyabbuh (meyerupai dengan mereka), dan tasyabbuh dengan orang fasiq atau kuffar hukumnya haram.

Dengan alasan inilah, maka kesunnahan pun harusnya ditinggalkan jika telah menjadi Syiar (pertanda)nya ahli bid'ah.

Sumber: Kitab Ihya Ulumuddin Juz 2 hal 272. 


Nb: ini masalah khilafiyyah, jadi terserah ente mau ikut yang mana, karena dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin keterangan di dalamnya berbeda dengan keterangan di atas.

data:post.title
Seseorang yang lebih suka menulis dan membagikan apa yang di tuliskan agar dunia tahu.
  • Facebook
  • WhatsApp
  • Instagram
  • Berlangganan update artikel terbaru via email:

    0 Response to "Kesunnahan yang Sebaiknya Ditinggalkan"

    Post a Comment