Hak dan Kewajiban Anak dan Orang Tua

Ada hak pastinya ada juga kewajiban, karena hak tidak bisa lepas dari kewajiban. Begitu pula dalam keluarga, ada hak anak dan kewajiban anak terhadap orang tua, ada pula hak orang tua dan kewajiban orang tua terhadap anak. Dua-duanya seiring sejalan.

Islam telah mengatur ini semua dengan sempurna, sehingga tidak ada ketimpangan dalam tatanan keluarga dan masyarakat.

Risalah Nabi Muhammad telah datang dan sempurna, sehingga para sahabat serta tabi’in dan tabi’it tabiin serta para ulama telah banyak menyerap ilmu agama Islam bahkan sampai-sampai mereka bisa mengeluarkan rahasia dan hikmah dari ketentuan ajaran islam.

Dalam masalah hak dan kewajiban antara orang tua dan, dalam hal ini Imam Ali Bin abi thalib Karramallahu Wajhahu berkata:

“إن للوالد على الولد حقا وإن للولد على الوالد حقا ; فحق الوالد على الولد أن يطيعه فى كل شيئ إلا فى معصية الله سبحانه , وحق الولد على الوالد أن يحسن إسمه ويحسن أدبه ويعلمه القران – نهج البلاغه للإمام علي بن أبى طالب رضي الله عنه

“Inna lilwaalidi ‘alal waladi haqqan wa inna lilwaladi ‘alalwaalidi haqqan. Fahaqqul waalidi ‘alal waladi an yuthi’ahu fii kulli syai-in illa fii ma’shiyatillah subhanahu, wa haqqul waladi ‘alal waalidi an yuhsina ismahu wa yuhsina adabahu wa yuallimuhul qur’an”

“Sesungguhnya ada hak orang tua terhadap anak, begitupun sebaliknya ada hak anak yang harus di penuhi orang tua. Kewajiban anak terhadap orang tua adalah taat kepada mereka dalam setiap hal kecuali bermaksiat kpd Allah SWT dan kewajiban orang tua terhadap anak adalah memberikan nama yang baik pada si anak, mendidik moralnya dan mengajarkan Al Qur’an kepadanya”.(Nahjul balaghoh Imam Ali Bin abi tholib ra no 495).

Di dalam al-Qur’an banyak ayat yang mnjelaskan tentang kewajiban seorang anak berbakti kepada orang tua, begitu pula dengan hadits-hadits nabi SAW. Ini menunjukkan betapa agama islam menilai begitu pentingnya mereka (ibu dan bapak) dalam kehidupan, sehingga ajaran islam mewajibkan kita untuk taat, memuliakan menghormati serta dan menjaga mereka dari marabahaya, dan ini semau adalah kewajiban yang mutlak. Sehingga ajaran islam mengajarkan pada kita untuk selalu mendokan mereka dengan doa “robbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii soghiiron

Dari doa tersebut, dapat kita tarik benang merah bahwa ajaran islam mengajarkan pada kita untuk selalu menjaga mereka (ibu dan bapak) dari mara bahaya yang ada di dunia, lebih-lebih mara bahaya yang ada di akhirat, yaitu siksa api neraka.

Sekarang kita telah menjadi menjadi orang tua bagi anak-anak kita, ada kewajiban dan tanggung jawab yang menjadi hak anak-anak kita.

Kewajiban ini harus kita perhatikan walau pun nampaknya sepele, tapi ingat, ini adalah syari’at agama kita. Jadi jangan dipandang sebelah mata.

Dalam sebuah hadits yang diriwiyatkan Abu darda’ bahwa Nabi SAW Bersabda:

إنكم تدعون يوم القيامة بأسمائكم وبأسماء أباءكم فأحسنوا أسماءكم

“Innakum tud’auna yaumal qiyamati biasmaaikum wa biasmaa-i abaa-ikum faahsinuu asmaa-akum”

“Sesungguhnya kalian akan di panggil kelak hari kiamat beserta nama-nama orang tua kalian, maka buatlah nama yang baik”.(HR Abu dawud dengan isnad jayyid)

Nama-nama yang bagus itu yang bagaimana?

Nama-nama yang diambil dari nama para nabi atau diambil dari Asmaul husna, tapi dengan tambahan di depannya, bisa dengan dengan menambahkan kata Abdun, seperti abdullah, Abdur Rahman, Abdul Jabbar dan lain-lain. Penambahan dengan nama asmaul husna ini sebagaimana keterangan dalam hadits shohih riwayat Imam Muslim dari Ibnu Umar dan dari jabir riwayat Bukhori Muslim.

Kalau bingung, bisa juga pakai nama-nama para auliya’ (wali-wali Allah) atau nama orang-orang sholih, baik yang sudah terkenal atau tidak terkenal. Hal ini dinamakan tafa’ulan (mencari berkah melalui nama)

Atau kalau bingung, bisa juga mengambil nama dari bahasa arab, atau bahasa ibrani, tapi pastikan memiliki arti yang baik dan bagus seperti Hasyim Asy’ari (Nama pendiri Organisasi Nahdlatul Ulama’), Abul Wahid Hasyim,  dan lain lainya. Itu masalah nama.

Di sisi yang lain, jangan sampai orang tua teledor untuk mengenalkan agama kepada anak-anak, tarbiyah (pendidikan) terhadap anak, karena sesungguhnya orang yang akan ditiru dan diikuti oleh anak adalah kita, semua bermula dari kita sebagai orang tua.

Jadi penting bagi kita sebagai orang tua untuk memberi dasar pemahaman agama yang benar, tentang tuntunan hidup, bersosial dan lain sebagainya.

Selaku orang tua, kita juga berkewajiban mengajarkan dan mengenalkan anak pada Al Qur’an, mulai dari cara membaca dengan baik dan benar sesuai dengan makhrojul hurufnya, tajwidnya hingga pemahaman tentang isi kandungan al-Qur’an sehingga tertancap di hatinya keyakinan yang teguh  bahwa Al Qur’an adalah imam hidupnya

Dalam sebuah Hadits kanjeng Nabi SAW bersabda:

أعربوا القرأن و التمسوا غرائبه

“Fahamilah Al Qur’an dan petiklah buahnya”.

Baca Juga Pendidikan Keluarga Sayyid Ba’ Alawi

Mudah-mudahan Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yang sholih, yang mampu memenuhi haqqulloh dan haqqul adamy terutama lagi terhadap hak-hak ibu bapak yang menjadi kewajiban bagi kita sehingga kita termasuk orang yang berbakti kepada kedua orang tua.

Amiin….

You May Also Like

Tinggalkan Balasan