Hikmah Kasih Sayang Terhadap Semua

Kita diperintahkan oleh Allah untuk senantiasa menebarkan kasih sayang, pada siapa pun dan di mana pun. Kasih sayang ini tidaklah hanya terbatas hanya pada manusia saja, namun semua mahluk hidup yang ada di sekitar kita. Baik berupa hewan ataupun pohon-pohon. Baik yang telah berjasa kepada kita, seperti anjing, kucing, sapi ataupun yang tidak pernah memberikan manfaat sama sekali terhadap kita, seperti burung pipit, cicak dan lain sebagainya.

Kasih sayang di sini adalah dalam bentuk ketika mereka mengalami kesulitan atau keterpaksaan kita harus menolongnya. itu lah bentuk kasih sayang kita terhadap mereka.

Allah memerintahkan hal itu kepada kita, pastinya ada rahasia di dalam perintah tersebut. Manfaat itu semua pun akan kembali kepada kita. Kita akan bisa melakukan itu semua dengan catatan hati kita penuh dengan rasa kasih sayang.


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمُا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ.(الخبر بتمامه)

Dari abdullah bin umar ra, beliau berkata, Rasulullah barsabda “orang-orang yang penuh dengan kasih sayang, maka Allah (Yang Maha Penyayang) akan menyayangi mereka, sayangilah semua yang ada di bumi, maka yang ada di langit akan menyayangi kalian semua.

Kisah Sayyidina Umar bin Khattab Ra dan Burung Pipit

Berkaitan dengan hadits di atas, ada sebuah kisah yang di riwayatkan dari sayyidina ‘Umar radliyallahu ‘anhu; Ketika beliau berjalan di suatu gang kota, dia melihat anak-anak kecil sedang memegang dan bermain burung pipit, maka sayyidina ‘Umar merasa kasih sayang pada burung tersebut, lantas beliau membelinya dari anak-anak itu lalu melepaskannya.

Setelah sayyidina ‘Umar radliyallahu ‘anhu wafat, kemudian sebagian besar para sahabat melihat beliau dalam tidurnya lantas bertanya; Apa yang Allah Ta’ala perbuat terhadapmu?

Beliau menjawab; Allah telah mengampuni dan membebaskanku.

Mereka bertanya; Sebab apa Allah mengampunimu dan memebebaskanmu, Apakah sebab kedermawananmu, keadilanmu atau zuhudmu?

Beliau menjawab; Bukan itu semua. Namun ketika kalian telah meletakkan-ku di dalam kubur dan meninggalkanku seorang diri, datanglah kepadaku dua malaikat yang sangat mengerikan, maka hilanglah akal pikiranku dan sendi-sendiku bergetar karena takut pada keduanya. Kemudian dua malaikat itu memegang dan mendudukkan-ku karena hendak bertanya kepadaku. Lantas aku mendengar suara tanpa rupa; Tinggalkanlah hamba-Ku dan janganlah kalian menakut-nakutinya karena Aku menyayangi dan mengampuninya sebab di dunia dia menyayangi burung pipit maka di akhirat Aku sayang kepadanya.

Kisah Bani Israil

Pada zaman dahulu kala di golongan Bani Israil ada seorang Abid (ahli ibadah) melintasi tumpukan pasir. Pada waktu itu Bani Israil dilanda krisis pangan. Kemudian dia berangan-angan dalam hatinya dan berkata “Seandainya pasir ini menjadi tepung, niscaya aku akan memberi makan orang-orang Bani Israil hingga kenyang”.

Lantas Allah menurunkan wahyu kepada salah seorang Nabi dari Nabi-Nabi mereka, Katakan pada si fulan bahwa sesungguhnya Allah benar-benar menetapkan suatu pahala untukmu atas ucapanmu “Seandainya pasir ini menjadi tepung, niscaya aku akan menyedekahkannya”.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran tentang makna dan hikmah kasih sayang. Yaitu barangsiapa yang menyayangi hamba-hamba Allah, maka Allah akan menyayanginya, ketika hamba tersebut menyayangi hamba-hamba Allah yang lainnya hanya dengan ucapannya “Seandainya pasir ini menjadi tepung, niscaya aku akan memberi makan orang-orang Bani Israil hingga kenyang”, Allah telah memberinya pahala seperti halnya bila dia benar-benar bersedekah.

Baca juga Mencapai Kebahagiaan Dunia Akhirat

Hikmah dari kisah kasih sayang di atas adalah Milikilah Rasa Kasih Sayang dan penuh empati Walaupun Kita Belum Bisa Melakukannya

You May Also Like

Tinggalkan Balasan