Hukum Air Bersih Hasil Proses Daur Ulang (PENYULINGAN)

Air Hasil Proses Penyulingan

Hukum air bersih dari hasil proses Daur ulang – Sekarang ini Sedang marak penggunaan air dari hasil proses daur ulang atau yang lebih familiar disebut air suling atau air hasil penyulingan. Biasanya air ini biasa digunakan untuk menyiram tanah kebun tanaman dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari definisinya, Air suling atau air hasil penyulingan merupakan air yang sudah diolah dengan metode mendidihkan air menjadi uap dan nantinya uap tersebut akan dikondensasikan untuk kembali menjadi air sehingga ion-ion negatif yang terlarut dalam air menjadi hilang. Hasil penguapan inilah yang dikenal sebagai air distilasi atau air suling. Namun dalam proses pemurniannya tidak sama dengan air deionisasi.

Biasanya pada air daur ulang atau hasil penyulingan ini terdapat tulisan “air ini tidak layak untuk diminum”. Adanya kemungkinan hari ini tidak bisa dikonsumsi karena masih bercampur dengan zat-zat kimia yang digunakan ketika proses penyulingan.

Ketika kita melihat bentuk dari air tersebut air tersebut nampak begitu bening dan bersih Setelah diadakannya proses penyulingan. Sudah barang tentu air tersebut berasal dari air yang najis atau mutanajis karena air tersebut berasal dari air limbah atau tinja dan lain sebagainya.

Pertanyaannya adalah Apakah air tersebut Suci hukumnya?

Jika kita Melihat asal usul air tersebut, sudah pasti asalnya dari air limbah, air tinja yang hukumnya adalah najis atau mutanajjis, namun kini airnya telah berubah menjadi air bersih melalui penyulingan teknologi

Dalam hal ini terdapat Jawaban dari para ahli fiqih (fuqoha’) seperti yang terdapat di dalam kitab Hasyiyah Al qalyubi adalah jika pada air tersebut terdapat bau dari zat kimia, dan bau tersebut masih dominan, maka air tersebut dihukumi najis.

namun menurut pendapat ulama ahli fiqih yang lainnya mereka menghukumi bahwa air daur ulang atau air suling tersebut adalah suci walaupun masih terdapat bau zat kimia.[*]

Jika keberadaan bau zat kimia dan najis tidak jelas, maka menurut pendapat yang mu’tamad (yang kuat dan dijadikan pegangan), air daur ulang atau hasil proses penyulingan tersebut hukumnya suci.

Jadi kesimpulannya air hasil proses sterilisasi penyulingan hukumnya suci.

Baca juga : Hukum Ingus, Najis atau Suci?

Referensi

[*] Lihat Hasyiyah al Qalyubi wa umar ‘ala Syarhi Jalaluddin al Mahalli ‘ala Minhaj al Thalibin, juz 1, hal: 31

You May Also Like

Tinggalkan Balasan