Kisah Imam Syafi’i Dengan Serigala Yaman

Imam Syafi’i vs Serigala Yaman – Imam Syafi’i Rohimahullah menceritakan: Ketika itu kami sedang dalam perjalanan dan singgahlah kami di bumi Yaman. Pada waktu itu, hari sudah sore menjelang malam.

Kemudian kami menyiapkan makanan kami untuk makan malam. Namun, begitu hidangan telah tersajikan, waktu sholat maghrib telah tiba. Maka kami tinggalkan makan malam untuk melaksanakan sholat maghrib terlebih dahulu. Santapan malam kami ketika itu adalah 2 ekor daging ayam betina.

Ketika kami sedang melaksanakan sholat magrib, tiba-tiba datanglah seekor serigala, lalu serigala tersebut mengambil satu daging ayam hidangan kami dan ia pun lari dan pergi.

Ketika kami selesai sholat, kamipun menyesali ayam yang telah dicuri oleh serigala tadi dan kamipun berkata :
Kita tidak jadi makan sepenuhnya.

Ketika kami masih dalam keadaan demikian, tiba tiba kami melihat serigala dari kejauhan yang dimulutnya ada seekor ayam. Lalu serigala itu meletakkan ayam yang ada dimulutnya. Posisi kami dan serigala lumayan berjauhan lalu diapun duduk menjauh dari tempat dia meletakkan ayam tadi.

Melihat kejadian aneh semacam itu, kamipun segera menghampiri ayam yang dia tinggalkan, dan serigalapun kabur melarikan diri.

️Namun, ketika kami sampai pada tempat tersebut, ternyata bukan seekor ayam yang kami temui, tetapi itu adalah serabut yang bentuknya seperti ayam dan bukan ayam.

Akhirnya kamipun tertawa, menertawai kejadian ini. Ketika kami menertawai kejadian ini, ternyata serigala tadi telah mengambil lagi satu daging ayam dari tempat kami, kemudian kabur, dan serigala itupun menertawakan kami.

Dalam kondisi ini, kami ini termasuk kibarul Ulama. ini adalah kelicikan serigala .

Sumber:

إرشاد الأريب إلى معرفة الأديب

Hikmah Yang Bisa Dipetik Dari Kisah di atas

1. Yang memiliki sifat licik, ia tidak pandang bulu, tak pernah memikirkan siapa jadi korbannya . Siapa pun itu, meski kedudukannya mulia karena ilmunya. Tetap orang yang licik akan memperdayainya.

2. Tak ada orang yang bisa menjamin dirinya bahwa dirinya bisa selamat dari orang yang memiliki sifat licik.

3. ️Orang-orang yang licik diibaratkan berhati serigala.

4. Bermuamalah dengan orang yang memiki sifat licik, tidak akan pernah aman dari tipu dayanya.

5. Kisah ini mengingatkan kita supaya selalu waspada terhadap orang yang memiliki sifat licik. Meski penampilannya baik, tutur katanya halus.

Baca Juga Kecerdasan Sayyidina Ali bin Abi Thalib

WALLAHU a’lam.

Hanya kepada ALLAH Azza wa Jalla, kita memohon pertolongan  dari tipu daya orang yang memiliki sifat licik.

Semoga ALLAH Azza wa Jalla memelihara kita dari sifat licik nan tercela tersebut dan menjauhkan kita dari orang yang memilikinya.

آمين اللهم آمين

You May Also Like

Tinggalkan Balasan