Mencapai kebahagiaan Dunia Akhirat

Semua orang hidup dunia pasti menginginkan dirinya dapat mencapai kebahagiaan, baik kebahagiaan di dunia ataupun kebahagiaan di akhirat. Karena dunia adalah wasilah, sedangkan ridho Allah adalah Ghoyah (tujuan akhir) yang bermuara pada masuk dalam surga-Nya.

Artinya, Dunia adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan abadi, yaitu kebahagiaan di akhirat (dengan mendapatkan ridho Allah dan masuk ke dalam surga-Nya).

Kebahagiaan di akhirat tidak terlepas dari prosesi kehidupan di dunia. Ibarat sebuah petani, dunia adalah tempat bercocok tanam, sedangkan panennya, nanti di akhirat.

Namun, masalah pengertian kebahagiaan di dunia dan di akhirat banyak orang awam yang mengartikan dua sisi yang berbeda.

Sehingga timbul sebuah diksi “Kalau orang menginginkan kebahagiaan di akhirat, di dunia akan penuh sengsara, tidak kaya, selalu termarjinalkan. Begitu juga sebaliknya”. Padahal kita semua tahu bahwa kebahagiaan itu letaknya di hati. Ini kan aneh pemahaman semacam ini.

Kita pun sering mendengar kata-kata bijak bahwa “menanam padi, pasti rumput akan ikut tumbuh, sedangkan menanam rumput jangan harap padi ikut tumbuh.

Artinya, kalau kita mengejar kebahagiaan Akhirat, sudah dipastikan kebahagiaan dunia akan kita capai, tapi tidak sebaliknya. Ini bukan isapan jempol semata, karena hal ini telah dan pernah dipraktikkan oleh orang-orang tua kita dulu dan orang-orang bijaksana dulu. Sehingga ulama dan tokoh tasawwuf kenamaan memberikan sebuah statemen mengenai tanda-tanda orang yang akan bahagia di akhirat, yang sudah pasti kebahagiaan di dunia akan diraih.

Baca Juga Prinsip Kebahagiaan Dalam Hidup

Tanda-tanda Orang Yang Bahagia

قال ذو النون المصري
علامة السعادة حب الصالحين والدنوّ منهم، وتلاوة القرآن، وسهر الليل ، ومجالسة العلماء، ورقّة القلب

Imam Dzunnun Almisri mengatakan :
Tanda-tanda orang akan mendapat kebahagiaan ialah ;
1. Mencintai orang-orang Sholeh dan dekat dengan mereka.
2. Rajin membaca Al-Qur’an.
3. Senantiasa bangun malam hari ( ibadah ).
4. Duduk bersama Ulama ( mendengarkan ilmunya ).
5. Mempunyai hati yang lembut ( penuh kasih sayang ).

( الجواهر اللؤلؤية ، ص : ٦٩ )

You May Also Like

Tinggalkan Balasan